Who Needs Sleep, Anyway?


Pendidikan kedokteran sudah sering diartikan seperti “trying to drink from a fire hose”. Terlalu banyak informasi yang diberikan dan banyak sekali tuntutan dalam ujian, jam malam, presentasi dan penelitian yang bisa membuat kita berpikir bahwa tidak ada waktu yang cukup untuk menyelesaikan itu semua. Jika kita ingin memiliki kehidupan personal atau keluarga, seringkali kita berpikir bahwa selain memotong waktu tidur kita, kita tidak akan bisa mendapatkannya. Terutama di saat puncak kesibukan, seperti sebelum ujian-ujian penting, sidang atau presentasi, akan sangat menggiurkan untuk melakukan begadang sepanjang malam atau mungkin membatasi dengan keras waktu tidur hingga hanya selama satu atau dua jam. Beberapa orang mungkin akan berargumen bahwa hal tersebut adalah persiapan yang baik untuk panggilan yang tak terelakan yang akan terjadi pada saat residensi nantinya. Namun, sebenarnya sekarang lah saatnya untuk belajar menyeimbangkan itu semua dengan cara yang produktif dan sehat.

Tidur memberikan banyak hal positif untuk kita dan tubuh kita. Tidur merupakan waktu yang akan menyegarkan fisik dan mental kita, dan siapayang tidak butuh restorasi mental dan fisik? Selama tidur otak kita tidak begitu saja berenti bekerja dan menjadi tidak berguna. Otak menggunakan waktu selama tidur untuk mengorganisasi semua informasi-informasi penting yang kita pelajari selama seharian dan meningkatkan pemahamanmu mengenai pelajaran-pelajaran yang sulit tersebut.

Pendidikan kedokteran dan stress yang diasosiasikan terhadapnya bisa memburuk pada keadaan kurang tidur. Siapakah yang tidak menjadi sedikit lebih sensitif atau stress ketika bekerja keras pada keadaan hanya tidur selama 3 jam, dibandingkan dengan 8 jam penuh? Tanyakan pada ibu-ibu muda apa yang mereka rasakan di minggu-minggu awal setelah kelahiran bayi mereka, dan kemungkinan mereka akan mengakui kekurangan tidur dan stres pada saat itu.

Last but not least, kekurangan tidur sudah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan termasuk, dan tidak terbatas hanya pada, penyakit jantung, gagal jantung, aritmia, hipertensi, stroke, diabetes dan obesitas. Gambaran mengenai seorang mahasiswa kedokteran yang gagal dan depresi, disertai dengan hipertensi tentu saja sangat tidak menyenangkan. Oleh karena itu, lebih baik jika kita mendapatkan tidur yang cukup di malam hari.

Namun, bisa dipahami bahwa untuk mendapatkan tidur yang cukup di malam hari dalam pendidikan kedokteran memanglah tidak mudah. Langkah pertama adalah menjadikan tidur sebagai suatu prioritas. Buatlah keputusan secara sadar untuk mendapatkan waktu tidur yang sehat setiap malam. Cobalah memperlakukan tubuhmu dengan cara yang patut didapatkannya. Memakan makanan sehat dan berolahraga juga bisa membuatmu merasa lebih baik secara keseluhan dan bersinergis dengan rutinitas tidur yang baik. Mungkin saja, begadang hingga jam 3 pagi untuk berkumpul bersama teman-temanmu sambil memakan pizza masih bisa dilanjutkan, tapi ingat, hanya untuk saat-saat tertentu saja, dan dalam jumlah yang terbatas dan sudah terencanadengan baik.

Inilah saatnya untuk belajar mengatakan “tidak.” Kesempatan residensi akan tiba saatnya sebelum kita menyadarinya, jadi menambah lebih banyak waktu untuk penelitian, bakti sosial atau tutoring memang akan menggiurkan, tetapi janganlah lakukan segalanya hanya karena kita diminta. Sediakan waktu untuk memikirkan kegiatan-kegiatan terbaik yang berkaitan dengan minat kita. Melakukan sedikit hal dengan sangat baik dibandingkan melakukan banyak hal dengan biasa-biasa saja seringkali merupakan keputusan yang lebih baik. Ini mungkin akan sulit, tetapi ketika berhadapan dengan teman-teman dan keluarga, kata “tidak” juga bisa digunakan. Tentu saja penting untuk menyediakan waktu kita untuk orang-orang yang kita kasihi, tetapi mungkin tidaklah perlu untuk pergi ke setiap acara karaoke dengan teman-teman, terutama di malam sebelum ujian pentingmu ketika seharusnya kita tidur dengan nyenyak di kasur kita.

Selain itu, di bawah ini adalah beberapa tips & trick yang bisa dilakukan secara teratur untuk mendapatkan kebiasaan tidur sehat yang bisa memberikan perbedaan besar dalam kualitas hidup kita:

  • Bertahan pada waktu tidur dan bangun yang sama setiap harinya, bahkan di akhir minggu untuk membantu mengatur jam tubuh kita sehingga memudahkan kita untuk tertidur di malam hari dan terbangun di pagi hari.
  • Lakukan ritual tidur yang menenangkan dengan menjauhkan diri dari cahaya terang dan aktivitas yang membuat bersemangat, stres atau cemas.
  • Hindari tidur siang, terutama jika sulit tidur di malam hari.
  • Olahraga setiap hari.
  • Evaluasi kamar tidur. Atur lingkungan tidur agar mendukung kondisiyang dibutuhkan untuk tidur, seperti udara yang sejuk, bebas dari suara yang dapat menganggu saat tidur dan dari cahaya, dan sebagainya.
  • Tidur di kasur dan bantal yang nyaman dan mendukung.
  • Hindari cahaya terang di malam hari tetapi paparkan tubuh kita pada cahaya matahari pagi untuk membantu mengatur ritme sirkadian tubuh tetap teratur.
  • Hindari alkohol, rokok dan makanan berat di malam hari.
  • Santai sejenak. Tubuh kita membutuhkan waktu untuk berubah ke mode tidur, jadi habiskan satu jam sebelum tidur dengan melakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku dan usahakan untuk menghindari barang-barang elektronik.
  • Jika mengalami kesulitan tertidur, pergilah ke luar ruangan dan lakukan hal-hal yang membuat rileks hingga merasa lelah.

Pendidikan kedokteran memang berat, sangat berat, tapi sangatlah penting untuk tidak kehilangan minat kita yang sebenarnya dalam prosesnya. Pendidikan kedokteran itu seperti sebuah puzzle yang sangat besar, dimana kita harus mencari tahu bagaimana caranya untuk menyusun setiap potongan-potongan it menjadi satu sambil tetap menjaga diri kita tetap utuh. Tidur adalah salah satu potongan besar dalam puzzle ini dan tidak bisa dipandang sebelah mata sama sekali.

Jadi bagaimana menurutmu? Baca artikel berikut ini untuk informasi lebih lanjut mengenai betapa baiknya tidur untuk tubuh kita.

Have a good night sleep today and tomorrow and the days after and so on ^^

Sumber:

  1. Sheila M. Bigelow, DO. What’s Wrong With 3 Hours of Sleep? [Internet]. [cited 2014 Nov 9]. Available from: http://www.medscape.com/viewarticle/817965
  2. Sleeping Tips & Tricks – National Sleep Foundation [Internet]. [cited 2014 Nov 9]. Available from: http://sleepfoundation.org/sleep-tools-tips/healthy-sleep-tips

2 Responses to “Who Needs Sleep, Anyway?”

  1. tatyfriendly2013 Says:

    Makasih dede.. Mudah2n ini bisa membantu Kak yg susah tdr…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: