Saksi Bisu Kekejaman Manusia – Part 2


Hi Friendz,,

Ni dia lanjutan dari posting sebelumnya..

Silahkan membaca..

Tapi jangan ditiru ya.. :D

Teror merajalela di Kepulauan Solovski

Kepulauan yang letaknya di Laut Putih, Rusia Utara ini jadi saksi bisu kekejaman pemerintah Lenin. Awalnya, sekitar abad 15, pulau cantik ini terdiri dari kompleks biara Ortodoks Rusia. Namun, setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917, keadaan disana berubah drastis. Tempat yang sebelumnya aman dan damai, tiba-tiba berubah menjadi tempat yang penuh teror ketika Gulag atau sistem kamp konsentrasi diterapkan. Banyak guru, penulis, penedeta, pekerja, laki-laki, wanita dan anak-anak yang ditahan dan disiksa.

Tahanan di Solovski dipekerjakan sebagai buruh di hutan dan proyek pembangunan jalan. Setiap pekerja yang melakukan kesalahan, langsung dihukum dengan cara digantung di pohon dan dibiarkan kedinginan sampai meninggal. Saat musim dingin tiba, nasib para tahanan malah makin buruk. Mereka harus tidur bertumpuk-tumpuk biar hangat. Keesokan paginya, tahanan yang berada di tumpukan paling bawah akan meninggal karena tertindih tahanan lainnya dan kehabisan oksigen.

Kekejaman ini berakhir pada saat Perang Dunia II tahun 1939, setelah merenggut ribuan nyawa. Sekarang, pulau ini menjadi salah satu obyek wisata yang populer. Bahkan, pada tahun 1974, pulau Solovski didesain sebagai museum bersejarah dan tahun 1992 disahkan sebagai salah satu warisan dunia versi UNESCO.

Tuol Sleng, Saksi Kekejaman Khmer Merah

Berlokasi di Phnom Penh, ibukota Kamboja, berdiri sebuah penjara dan ruang interogasi bernama Tuol Sleng. Bangunan bekas sekolah menengah ini didirikan tahun 1976 oleh Khmer Merah. Mereka menangkap orang yang diduga punya hubungan khusus (anggota agen intel atau pro-Amerika), memenjarakan dan menyiksanya di tempat ini. Selain orang dewasa, anak-anak pun ikut disiksa!

Model penyiksaan di Tuol Sleng berbeda dari tempat-tempat penyiksaan lainnya. Kalau di tempat lain, para tahanan disiksa karena melanggar peraturan. Tapi di Tuol Sleng, saat-saat interogasi lah yang menjadi momen penyiksaan untuk mengorek informasi seputar kegiatan musuh. Selain memukul, para sipir pun nggak ragu melukai para tahanan dengan menyetrum menggunakan tongkat listrik, mencabut kuku dengan tang lalu menyiram luka itu dengan alkohol.

Beberapa tahanan perempuan juga diperkosa atau mengalami pelecehan seksual selama proses interogasi. Anak-anak pun dibunuh dengan bayonet atau dibenturkan ke pohon sampai mati! Setelah 1,5 juta nyawa terenggut sia-sia, barulah kejayaan Khmer Merah dan penderitaan di Tuol Sleng berakhir tahun 1979. Kini, para turis bisa mengunjungi Tuol Sleng dan melihat foto-foto para tahanan, sel-sel dan makam 14 tahanan terakhir yang tersisa di tempat ini.

That’s all guyzz..

Kita ga mau kan kita ataupun orang-orang yang kita kasihi bernasib sama seperti para korban tsb?
Jadi, kita pun harus bertindak adil kepada sesama kita, jangan pernah menyakiti manusia. Karena apa yang kita perlakukan pada orang lain, itu pula yang orang lain akan perlakukan kepada kita.

6 Responses to “Saksi Bisu Kekejaman Manusia – Part 2”

  1. ikhwan Says:

    itu asli tah ?
    kenyataan seseorang ?

  2. andhikatriza Says:

    jihhh,,, kallooo sayanya mau niru gimanaa jee??

    wkwk..

  3. PUJO HR Says:

    dari semua kekejaman di dunia abad 20 ko semuanya dilakukan oleh orang non islam kenapa ya?ko bukan oleh orang islam yang katanya teroris , nah yang teroris sebenarnya itu islam atau non islam, dipikir pakai otak lalu diiyakan pakai hati,oke

    • Laura Bernadeta Says:

      halo… makasih ya komentarnya..
      tapi maaf banget nih,, saya jujur aja ngga pengen ada unsur SARA disini..
      kalo dari pandangan saya, masalah kemanusiaan seperti ini masalahnya ada di orang itu sendiri, bukan di suku, agama atau ras itu sendiri..
      saya juga percaya kalau sebenernya itu baik-baik saja, cuma memang ada beberapa teroris yang berperilaku tidak menyenangkan.. tapi jelas itu bukan kesalahan orang islam, tapi kesalahan para teroris itu sendiri..

      tapi disamping itu semua,, yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi… spread the love~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: